Sepupuku, Rani & Nia [3]

Kubiarkan bekapan itu beberapa menit di wajah mereka untuk memastikan mereka pingsan…,setelah itu kulepas bekapan itu dan mulai mengelitik – ngelitik telapak kaki mereka. Setelah Aku memastikan Tante Mirna dan Ka Nuri sudah tak sadarkan diri ,Aku mengangkat dan memindahkan tubuh Ka Nuri yang sudah lelap ke lantai kamar , Ka Nuri orangnya cantik wajahnya hampir serupa dengan Rani , tapi dia orangnya sangat ramah dan baik kepadaKu , jadi Aku tak sampai hati macam – macam dengan dia , Setelah Ka Nuri berada di lantai kunyalakan lampu kamar , dan Aku naik lagi ke tempat tidur ,kupandangi sejenak tubuh TanteKu wanita yang usianya jauh lebuh tua dari Aku, yang telah mengenal seks jauh lebih dulu sebelum Aku , tapi dengan ketekunannya menjaga tubuh menjadikan seluruh lekuk tubuhnya tetap indah dan menjanjikan kenikmatan bagi setiap laki- laki

MenurutKu inilah satu -satunya sisi keberuntungan hidup om Iwan”.karena Tante Mirna di rumah ini lebih berkuasa dibanding suaminya ,orangnya selalu ingin menguasai, dia pintar dan juga angkuh mungkin karena dia memiliki keindahan tubuh yang menjadi senjata mematikan , sering kali kulihat banyak lelaki baik tua atau yang masih muda di luar sana memandang Tante Mirna dengan penuh nafsu birahi , kalau sudah begitu raut wajah tante Mirna menunjukan raut kemenangan , karena berarti mereka telah masuk ke dalam jebakan dan menyerahkan imajinasi mereka untuk dikuasai dan dikendalikan oleh Tante Mirna tinggal selanjutnya Tante Mirna memperbudak para lelaki yang mendambakan tubuh Tante Mirna untuk memberikan dan melakukan apapun sesuai keinginannya tanpa harus mengabulkan apa sangat didambakan para lelaki tersebut yaitu keinginan menyentuh tubuh Tante Mirna yang indah di alam nyata dan bukan hanya di alam mimpi ,disitulah letak kehebatan Tante Mirna semua persoalannya dalam bisnis maupun kehidupan pribadinya mampu dia selesaikan sesuai dengan keinginannya ,paling tidak itulah yang dia ajarkan kepada semua anak perempuanya, dan Om Iwan adalah salah satu korban perbudakan Tante Mirna,…

Terhadap Aku tante Mirna selalu memandang sebelah mata apalagi setelah kejadian tersebut ,Tidak pernah Aku berharap bahwa suatu hari Aku dapat menikmati tubuhnya,…jangankan berharap , membayangkannya saja Aku tidak berani… .Dan saat ini Tante Mirna sedang berada satu ranjang denganKu….Aku bisa menikmati tubuh yang bagi kebanyakan lelaki hanya ada dalam khayalan mereka … “Nah sekarang Tante Mirna tinggal Eki dan Tante yang ada diatas tempat tidur Tante yang besar ini…..Eki bisa bebas ngerjain apa saja yang Eki pengen terhadap tubuh Tante sebagai balasan atas keangkuhan Tante .., malam ini tante akan kena batunya”,Heh… coba Eki liat kaki tante yang putih mulus yang sempet Eki liat tadi sore …pake ditutup segala” sambil menarik daster Tante Mirna ke atas sampai terlihat sebatas perut…. “Astaga Tante..” Aku sangat terkejut kaki Tante Mirna kencang sekali di pahanya tak nampak kerut ataupun tumpukan lemak , bahkan perutnya rata sekali padahal 6 anak telah dia keluarkan dari perut ini , ….”busyet Tante Mirna ini pasti karena Tante rajin olahraga dan minum jamu – jamuan setiap pagi” ….kataKu terkagum – kagum ,”Vaginanya tertutup celana dalam warna hitam “Eki ciumin kaki Tante Mir..yah..”

Aku bergeser ke bawah mulai dari telapak kaki , aku terkejut harum kulitnya sama dengan Nia gempal dan montoknya juga sama …kugerayangi sepasang betisnya kuraba, kujilati…naik terus ke lutut…”cupp..sruupp ..sruppp” lalu ke paha ..merinding Aku menyentuh kulit pahanya putih bersih dan “haaaluuuuuss sekaliiiii” belum pernah ada wanita sehalus ini..bahkan anak – anaknyapun tidak dapat menandingi ..”kulit Tante Mir…pake apa sih..Tante Mir..”lama Aku dipahanya ,..saat mataku naik ke arah vaginanya terbelalak mataKu ..” busyeeet diganjel nih Tante ..tebel amaaaaat..ga mungkin tante lagi ga men’s kan ..Eki tau ko jadwal men’s Tante dan semua anak – anak Tante..” Aku gerakan tubuhKu sejajar dengan tubuh Tante Mirna dengan posisi memeluk Tante Mirna Aku raih resleting daster Tante Mirna yang berada di punggung “Sreeet” dengan cepat kuturunkan dan kutarik dasternya ke bawah…..hingga lepas..”haaaaaaaaaah” buah dadanya besar sekali, selama ini Aku tidak sadari, seperti tidak ada ruang kosong didalam bhnya ,bh yang elastis itu sangat terlihat kencang membalut tubuh tante Mir.., bagian dari payudaranya yang tidak tertutup bh menyembul tinggi keluar seakan payudaranya terhimpit bh ,..”Tante..copot yah bhnya sesek kayanya kasin tuh tetek tante…..ga usah malu – malu Tante khan…tetek Tante ..punya Eki malam ini ….,”

Kuraih dua tali bh yang juga berwarna hitam dan berenda indah …kuturunkan hingga perut ,…maka menyembulah buah dadanya yang ukurannya luar biasa, bentuknya sama persis dengan buah dada Nia ,bh yang tadi kulepas meninggalkan tanda yang berbekas pada badanya mungkin karena terlalu besar payudarnya..atau bhnya yang kekecilan “ternyata tetek tante menurun kepada Nia..” ,bentuknya bulat dan montok yang beda dengan Nia hanya ukuran dan pentilnya karena payudara Tante Mirna lingkar pentilnya besar berwarna coklat muda kemerah – merahan ,… ukuran payudara Tante Mirna 2 kali mungkin 3 kali lebih besar dari buah dada Nia , walaupun Tante Mirna sudah pernah menyusui 6 anaknya tapi bentuknya payudaranya tidak turun ataupun kendor , berntuknya masih seperti layaknya seorang anak perawan ….kupegang buah dada kirinya ternyata geggaman tanganKu hanya mampu menggenggam kurang dari ½ bagian buah dada Tante Mirna yang sebelah kiri.

“Eki pengen tetek tante Mir yah.nikmat kayanya…Tante..pokoknya Tante nyerah aja..ga usah ngelawan yah.. ” Tak tahan kubenamkan kedua mukaku diantara buah dadanya kuremas kedua buah dadanya dengan kedua tanganKu ,..kugoyang ..goyangkan payudara Tante Mirna…Padet..sekali ..kuremas , kujilati secara bergantian dan kusedot – sedot..”slruupp..slruuup..slruup” nikmat sekali “tetek tante… yang jadi kebanggaan tante Eki obok – obok malam ini ,….Penisku amat sangat tegang..darahKu berdesir kencang….sampai ke ubun – ubun , tak kusangka TanteKu bisa senikmat ini..luuuar biassssa”….”sekarang mulutku mulai menikmati bagian perut Tante Mir…”Eki jilatin yah perut tante…. ”

Kuraih bibir celana dalamnya kuturunkan bersama bhnya hingga terlepas…”Glek”….”memiaw Tante emang tebel yah…bulu- bulunya halus berwarna kecoklatan ..” tanpa menyentuh vagina Tante Mir…Aku segera melepaskan celanaKu berikutnya Aku peluk tante Mir..hingga penisKu menyentuh pinggulnya dan lenganKu diatas gundukan payudaranya , Sekarang Aku dan Tante Mirna sudah telanjang bulat…kukulum bibir tebal Tante Mirna…kugigit..sambil tanganKu terus memerah buah dadanya….kemudian “Hmmm karena malem ini Eki akan mencoba hasil kerja keras tante merawat tubuh Tante selama ini …yah…Tante akan Eki ent*t..sekarang , Eki akan menikmati tubuh Tante Mirna…jadi Eki ga usah panggil pake Tante Mirna lagi….yah..ngapain..Eki yang berkuasa atas tubuh Tante, nasib Tante Mir ada di tangan Eki…milik Eki malam ini……eh.. Mirna…..ladeni Gue yah …puasin Gue Mir…dengan tubuh molek loe……mau mulai dari mana ” dari tetek toe yah ..Mir…”
Maka kunaiki tubuh bugil Tante Mirna kuletakkan penisku yang sudah tegang diantara kedua belah buah dadanya….lalu dari sisi luar keduanya kutekan ketengah sehingga menjepit penisku….oooouuuuhh penisKu hilang ditelan buah dada Tante Mirna hanya sedikit sekali terlihat keluar dibawah dagu Tante Mir….sulit sekali penisku digerakan maju mundur karena cengkraman buah dadanya yang kencang.

“Ga enak Mir…” sambil Aku lepaskan penisku..”basahin dulu deh sama ludah loe” Kubuka kedua bibirnya lalu kugosok – gosokkan penisku kekiri dan kanan…”cobain dong tongkol gue Mir… enakan …mulut ini jangan dipakai cuman buat nyuruh – nyuruh orang aja .pake buat ngisep tongkol gue sekali – kali ….sambil dipegang dong Mir …. sambil kuraih tangan kanannya… “, setelah cukup basah..Aku kembali diantara dua bukit yang kenyal “nih..bandel..yang ini juga bandel suka bikin orang sampai ngiler.. ” kataku sambil memukul – mukul buah dadanya dengan tongkolKu….., sebelum itu Aku tempatkan lagi penisKu diantara dua gunung besar itu , Kutarik kedua belah telapak tangannya kutaruh secara bersilang di bawah pantatnya sehingga buah dada Tante Mirna yang sudah besar terlihat bertambah besar karena dadanya yang membusung ke depan …lalu…Aaaaah kenyal banget waaaaahhhh enak ..ba aanget tetek loe …..oouhh Mirna sayang..ouuuh …ga kuat..gua ga kuat Eeenak bangeet..”preeet..preeet”bunyi gesekan kulit kami…,

Buah dada Tante Mirna benar – benar besar kenyal dan kencang, “ehh..Mir kayanya ..biji gue ..” karena ukuran buah dada Tante Mir yang besar Aku coba memasukan buah zakarKu diantara payudaranya, kedua tanganKu juga bisa terbebas karena Aku dapat menggunakan kedua pahaKu untuk menjepit buah dadanya….yang sangat luar biasa , pengalaman yang sama sekali baru buatKu adalah..saat kutekan jauh kedepan penisKu bukan saja buah zakarKu yang merasakan kenikmatan tetapi kulit selangkanganKu dibelakang zakarKu sampai ke pantat dan juga belahan pantaKu sampai hampir kedekat Anus bisa merasakan padat dan montok payudara tante Mir..ditambah lagi kurasakan pentil tante Mir..bermain – main di wilayah itu menusuk – nusuk mengelitik daerah yang paling sensitif dari selangkanganKu bahkan Aku bisa bergerak naik turun yang tidak bisa kulakukan pada payudara ukuran biasa…..,”ahh..uhhn..ahh..achh..och Mir,..Mir.ah..Mir..ah”desahKu berkali – kali.. Aku seperti Anak kecil yang sedang asyik memainkan kuda -kudaan yang baru dibeli,”krek..krek..krek” suara ranjang akibat Aku sedikit meloncat – loncat..karena nikmatnya duduk diatas payudara montok ini,Tante Mirna benar – benar menyerahkan buah dadanya yang selama ini dia jaga keindahan bentuknya untuk dipergunakan sebagai pemuas birahi keponakannya sendiri.lalu “aaaahcchhhchhhhchhhhhhhh” jepitan pahaKu tiba – tiba menegang ,Ku jepit payudara Tante Mir ..sekuat tenaga.., kedua tanganKu meremas bagian atas payudaranya sekencang – kencangnya seiring muncrat pula spermaKu….

“Crooooooot,…croooooot…croooooott” “aahhhchkkc..hheeek.. Mirrrrrnna acahhchhhchheeee”Aku mengerang karena nikmatnya, maniku muncrat di dagu dan leher jenjang tante Mir.., lalu Aku terdiam mematung mengatur nafasKu “gila..gue..ga bisa nahan mani..gue ..Mir..belum pernah ada seumur hidup …tetek yang mampu bikin gue..klimaks…..apalagi sebanyak ini..”

Kubersihkan dagu dan leher tante Mir dari maniku dengan celana dalam tante Mirna yang tergeletak dekat kakinya..”.Setelah puas dengan buah dadanya kuturunkan tubuhku yang lemas sekali…”ah udah..kali yah” rasanya tubuhKu sudah tidak kuat meneruskan permainan ini …..tapi mataKu terus memeloti sekujur tubuh tante Mir yang mulus dan kencang… . Aku turun dari tempat tidur berjalan pelan menuju kamar mandi mungkin kalau kena air penisKu bisa segar kembali..karena sudah empat kali Aku klimaks , hal sama sekali tidak mungkin akan terjadi pada situasi hubungan seks yang normal, baru Aku perhatikan sekarang bahwa lemari yang ada di lorong itu adalah lemari kaca yang panjang dengan pintu geser ,tempat baju – baju mewah tante Mirna yang semuanya tergantung rapih.diantara baju – baju mewah kutemukan banyak sekali selendang – selendang modern tante Mirna untuk melengkapi baju pestanya

Belum lagi Aku sampai di kamar Mandi , seseorang mengetuk pintu kamar Tante Mirna dari arah luar…bu.Mirna..bu.Mirna…Saya mau ke pasar bu..takut kesiangan nanti kehabisan ikan masnya…Aku terperanjat dan baru saja menyadari setelah melihat ke arah jendela kalau hari sudah mulai terang…bu ..Mirna Saya pergi yah…itu jamunya nanti keburu dingin …..”wah si mba ..bikin Aku jantungan” dia tidak tahu bahwa saat ini majikannya sedang telanjang bulat diatas tempat tidur dan baru saja selesai melayani keponakannya dengan payudaranya, ….tak lama kemudian Aku mendengar suara pintu garasi yang di buka oleh seseorang , Aku meloncat ke jendela untuk melihat ….siapa yang baru datang..”ooooh si mba pergi ke pasar” kuperhatikan wanita itu berjalan menuju pintu …pagar “wah..berati ga ada siapa- siapa di rumah ini ..kuperkirakan Rani dan Nia baru akan sadar paling cepat 1 jam lagi…Aku bisa menikmati tubuh tanteKu sambil berteriak – teriak bebas” penisKu mulai beraksi menanggapi rencana yang ada di kepala…setelah kulihat Mba Tiul ..menaiki angkot ..

Aku loncat turun ranjang lari menuju lemari baju Tante Mirna tadi kemudian mengambil beberapa selendang untuk melaksanakan rencanaku….setelah itu Aku menghampiri tanteKu yang masih pingsan dalam keadaan telanjang bulat..”Mir asyiik….sayang kita main diluar ..yuk” …sambil menyatukan 2 lembar selendang , sehingga cukup panjang ,untuk kemudian Aku kalungkan di tengkuk tante Mir…, dan kedua ujung selendang tersebut Aku selipkan di kedua ketiaknya setelah itu Aku telungkupkan tubuh tanteKu untuk menyatukan kedua selendang tadi di punggungnya, selesai mempersiapkan tante Mir kubuka pintu kamar , masuk ke ruang tengah lalu mendorong sebuah sofa panjang untuk Aku letakan dibawah tangga putar dengan posisi sandaran sofa berada sejajar dengan pagar pembatas tangga .

Aku kembali ke kamar menuju meja rias , disitu kutemukan sebuah baby lotion , kembali ke ranjang kuangkat tubuh Tante Mir….,kutempelkan punggungnya di dadaku. Kubawa dia menaiki sofa yang ada di ruang tengah , kemudian sambil duduk memangku tanteKu,, diatas sandaran sofa kukaitkan kedua ujung selendang pengikat tubuh bugil tanteku di salah satu anak tangganya yang terbuat dari besi setelah terkait kutarik hingga kencang kemudian kuikat kedua ujung selendang tersebut, sehingga sekarang posisi tanteKu tergantung dengan posisi setengah berdiri diatas kursi sofa , setelah puas memandang tubuhnya dari kejauhan, Aku kembali naik ke atas sofa , sebagai pemanasan Aku ambil kedua telapak tangannya untuk Aku ciumi , kujilati dan kuisap -isap jari – jari jentik tante Mirna lalu kubimbing kedua tangannya menuju penisKu tangan kirinya kubuat agar mengelus – ngelus dan mengocok – ngocok batangKu sementara tangan kanannya meremas – remas buah zakarKu , kemudian Aku tarik jari telunjuk kanannya agar dapat memainkannya keluar masuk anusKu…, rasanya nikmat sampai ke ubun -ubun setelah puas kembali Aku tatap wajah tante Mirna… “sekarang giliran gue cobain seperti apa rasanya memiaw loe Mir..” , kubaluri penisKu dengan baby lotion kemudian kurentangkan kaki tante Mir lebar – lebar , Kucengkram kedua belah pantatnya….

“Mir ..oucchh pantat loe..”ininih yang selama ini loe..jaga..loe rawat biar bagus … ternyata.. akhirnya loe kasih gue untuk bentar lagi gue cicipin..hehehe “kataku sambil menepuk – nepuk dan mengelus – ngelus pantatnya “gplok..gplok”pinggang tanteku kecil tapi pinggulnya agak lebar ,bentuk pantatnya bundar , montok dan sama sekali tidak turun seperti layaknya seorang wanita yang telah mempunyai anak , dan permukaan kulitnya sangat lembut , Aku berdiri berhadapan sejajar dengan tubuh yang indah itu ,wajah Tante Mirna dekat sekali dengan wajahku Kulumat lagi bibirnya yang tebal dengan buas..”slruuup..slruuup”..denyut – denyut yang timbul dibawah pusarku mengisyaratkan penisKu sudah siap untuk bertempur

“Yuk ngent*t Mir..…badan loe jangan buat ngejebak laki – laki doang..tapi ga pernah loe kasih mereka untuk nyobain…”licik loe emang” tapi sekarang semua bagian dari badan loe ga ada yang bisa lolos dari gw ….gw ga pernah mimpi bisa ngent*t sama loe yang galak tapi bodynya luar biasa ini …tongkol gue panjang dan gemuk..rasain deh Mir….tadi juga tongkol gue abis masuk ngerasain memiawnya ,pantatnya Rani ,sama Nia sekarang giliran loe…. “.. “Sekarang loe harus merasakan tongkol gue yang besar Mir”…sambil membelai – belai rambutnya …. ” kemudian tanganku kembali mencengkram pantatnya Kutekan pantatnya ke arahKu ,sehingga penisku dan vagina tanteKu saling bertemu ,Kurasakan ujung penisKu yang dengan mudah masuk lobang vaginanya , tetapi ketika Aku berniat untuk masuk lebih dalam ternyata dinding vaginanya tidak menyerah begitu saja…kuat menekan penisKu yang sudah licin dibaluri lotion “uuuuuffffff sempit juga memiaw loe.”

Gerakan maju – mundur penisKu di dalam vagina Tante Mirna ,sangat lambat dan sangat menguras tenaga “…ouuh ..iiiihh ahh..ahha…sss..ehhohh”desahKu sambil menyetubuhi tanteKu dengan posisi berdiri, sehingga tidak ada satupun bagian dari tubuhnya yang tidak dapat kujamah, dengan kaki mengangkang tubuh tante Mirna bergerak mundur maju mengimbangi gerakan tubuhKu , rambutnya yang indah bergoyang – goyang seiring gerakan kita. Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa pada vagina tanteKu ini..yang benar-benar belum pernah kurasakan sebelumnya dengan wanita – wanita lain yang umurnya jauh lebih muda dan yang belum pernah melahirkan , bahkan nikmatnya vagina Nia terlupakan sudah….sungguh ajaib kenikmatan yang disuguhkan vagina tante Mir yang usianya sudah setengah baya ,tapi nikmatnya tidak dapat disaingi oleh sorang gadispun dikehidupanKu ..”seakan menjawab pertanyaanKu tentang asal – usul kenikmatan yang telah diberikan Rani dan Nia tadi malam “huuah..huah..huah..”teriaku dalam setiap hentakan keras penisKu kedalam vagina tante Mir.… dalam posisi begini baru aku dapat melihat goyangan – goyangan buah dadanya yang indah mengikuti hentakan kerasKu

“Oohh.Mir..,Mir..ah..ah ..Mir..duulu..loe ma..ki..ma.ki gw..kar..na ngeraba..raba ann..nak ..nak loe..ma,,lem ni..gue..uuudahco ..coba.iin.3..me.emek ..mem..ek..Ra..ni..Ni.aaa aama ,me,..emek ma..mahnya..” kicauan..ku..ditengah nikmatnya… kubenamkan dalam – dalam penisku..ke dalam vaginanya, vagina ‘Waaaaaaaahhhhhhh..Gillllaaaaa loooooe Mirrr”… luar biasa sesak vaginanya ,kalau Aku tekan dalam – dalam sampai kubenamkan habis penisKu dalam vagina tante Mir…didasar lobang itu seperti ada yang menarik – narik ujung penisku dan ujung penisku terasa basah …., “giiiileeee Mir..emmmpot aaaayam loeee.”kurasakan desakan darah diseluruh uratKu….PenisKu ..sudah penuh dengan mani yang siap..ditembakan ,tapi cepat – cepat kucabut untuk merasakan bagian tubuh tante Mir..yang..lain…

Masih berdiri diatas sofa berhadapan dengan tubuh tante Mirna,kepalanya menunduk lemah rambutnya yang ikal dan panjang terurai menutupi beberapa bagian dari payudaranya,Aku tak rela sehelai rambutpun menutupi bagian – bagian indah tubuh tanteKu malam ini , maka kuraih selembar selendang lagi, kukepang buntut kuda rambutnya dengan menggunakan salah satu ujung selendang yang kupegang dan selanjutnya kuikatkan pada anak tangga dengan demikian kepala tante Mir sedikit terangkat sehingga Aku dapat menatap wajahnya yang cantik pada saat penisKu sedang membongkar lobang – lobang kenikamatan tante Mir..….

Setelah kuciumi bibrnya dan meremas – remas payudaranya , Aku berjongkok menikmati perutnya yang rata tanpa lemak sedikitpun itu dengan mulutKu kemudian beralih kesamping tubuhnya untuk menarik bokong tante Mirna ke dekat mukaKu “Plok…plok..sruup..sruup” pantatnya yang luar biasa padat , kencang dan bundar…kupukul – pukul sambil kuisap – isap ….”Mirna ..Om Iwan pasti belum pernah nyobain lubang pantat loe ..?, pasti loe ga ngasih dan Om Iwan mana berani minta…heehehe kalo loe berdua ngent*t pasti Omi Iwan yang jadi pelayan pemuas nafsu loe ..seperti sehari – hari !!!, harus ikutin semua kemauan loe .mana pernah loe mikirin maunya Om Iwan….kalo gitu berarti gw yang pertama yang akan cicipin pantat ..moleh loe…heheehe.”
Kududukan tubuhku diatas senderan sofa , kupindahkan pantat tante Mir kepangkuanKu setelah kulumuri lagi lotion di penisKu,dan ketika pantat tante Mirna di pangkuanKu ” …Aduh lubang loe sempit…masih perawan…!!! kataKu …”kurentangkan kedua kakinya lebar – lebar dan kucoba masukan dengan paksa penisKu , setelah ujung penisku masuk kudorong dengan penuh tenaga…dibantu dengan bantuan tanganKu yang memegang pinggulnya sambil menekannya ke bawah,.sehingga”preeeeeepttsrjjjjjeeet” “wooouuuuuhhhh Mirnaaaaaaaaa Mirnaaaaaaaa “teriakanKu bergema seisi rumah “peereeet ammmmaaaaat sayaaaaang.

Lubang anus tante Mirna…lebih kencang..lebih..hangat..lebih dalam dari lobang vaginanya., kualihkan tanganku sehingga melingkar memeluk pinggangnya yang ramping…kuayun-ayunkan tubuhnya hingga naik – turun..sesekali kubuat agar pantatnya membuat gerakan melingkar..”ouuuooouuohhhh” nikmat sekali …dibawah batangKu melakukan sedikit gerakan sebagai bantuan…,makin lama gerakan – gerakan ini kupercepat..temponya…hingga sofa itu berbunyi kencang “…ngek.ngek.ngek”, baru sekarang Aku melihat buah dada tante yang besar itu bergoyang- goyang lincahnya keatas kebawah.indah sekali., tak kulewatkan kesempatan itu untuk meremas – remas payudaranya lagi.

Andai saja dia saat ini dalam keadaan sadar …entah bagaimana perasaannya… ,tak kubayangkan betapa malunya tante Mirna yang memiliki gengsi yang sangat tinggi ini apabila dia menyadari bahwa tubuhnya sedang meloncat – loncat diatas pangkuan keponakannya untuk memberi kepuasan dan layanan pada penis sang keponakan yang sedang mengaduk -ngaduk lobang anusnya ditambah tangan yang sedang “berbelanja” di buah dadanya , belum lagi tubuhnya terikat dalam keadaan telanjang…”Mir.eh.. nik..matin aaaaja yah..Mir.”dengan mataku yang selalu menatap wajahnya.…. sulit sekali mendapat kedalaman yang maksimal di lubang anus Tante Mir… karena tertahan belahan pantatnya yang besar dan kencang itu,…sehingga setiap goyanganku menimbulkan suara – suara mesra di pantatnya “gplok..gplok..gplok””oouchhhh gw ba…rru tau smuaa lobang ..loeh nikkkmaaatnya Mir..….,anak….aaanak loe..nikmattt , terrr..nyata summber..nya eloh.., Mir… niiiiikmat bbbbbengeettt…….

Jam telah menunjukan jam ½ 7 pagi,kemungkinan Rani dan Nia tersadar saat ini besar sekali….tapi Aku belum puas juga bermain – main dengan tubuh tanteKu ini ,malahan Aku semakin asyik dengan ide – ide lain,..Kuterhenti sejenak kemudian dengan penis yang masih terbenam di dalam anus tante Mirna …Aku dekap tubuh tante MirnaKu dengan erat sambil membimbingnya berdiri dan berbalik sehingga tubuh kita berhadapan dengan sandaran sofa,..kuangkat kedua kaki tante Mir kemudian kuletakan pangkal betisnya diatas sandaran.., sehingga membentuk pantatnya semakin membulat dan menimbulkan suara yang keras saat penisKu melesak masuk kedalam anusnya

“Gbloak…gbloak.. gbloak..”..oh..Mirna..ampun..Mir…enak..Mir..keadaan ini membuat penisKu semakin betah didalam…,kuatur serangan penisKu dalam tempo sedang …kemudian..sesekali ..Aku kagetkan tubuhnya dengan serangan – serangan super cepat “ahahaajhhahahahah”…..keringat sudah membasahi kedua tubuh telanjang ini , …, tak lama kemudian…kuhentikan sejenak goyanganKu , kucengkram kedua pangkal pahanya lalu kuputar keduanya hingga tubuhnya berbalik menghadapKu , ini kulakukan tanpa mencabut penisKu, dan rasanya sangat luar biasa ,..tumpukan daging yang mengelilingi dan membekap penisKu erat……terasa memelintir penisKu dengan nikmaaaat..sekali “ouuuhhh Mirnaaa.sssstttt Mirnaaaa ..ohh”.

Setelah tubuh kami berhadapan kuambil 2 lembar terkahir dari selendang tante Mir yang tergeletak di sofa dengan ujung jari kakiku,…selendang itu Kupergunakan untuk menyatukan pergelangan kaki kiri dengan pergelangan tangan kiri dan kemudian pergelangan kaki kanan dan pergelangan tangan kanannya tante Mir.., setelah kusatukan..kuikat kedua selendang tersebut di salah satu anak tangga…,sehingga posisi tanteku sekarang , tergantung celentang dengan kedua kaki yang tertarik kedua lengannya menyebabkan kedua pahanya terbuka lebar-lebar membuat vagina dan lobang anusnya pun terlihat jelas dan terbuka lebar, gambaran posisinya, seperti kita melihat seorang bayi mungil yang sedang “diceboki” dalam kondisi masih tidur setelah buang air.Kualihkan penisKu ke dalam vagina tante Mir…,pada gerakan – gerakan awal kubiarkan kedua belah pahanya mengangkang lebar ,…tapi ditengah – tengah “genjotanKu” yang semakin cepat kurapatkan kedua belah pahanya sehingga dapat kudekap erat dengan tangan kananKu sementara tangan kiriKu yang terus menggerayangi setiap jengkal tubuhnya

“OOOuuuhhh Mir…nikkkmmmat..rapeeeettt..Mir….mmmemmekloeee………” teriakanKu menggambarkan nikmat vaginanya dalam posisi itu, penisKu semakin menegangg dan hampir mencapai puncak , cepat – cepat kucabut dan kembali ke anusnya, dalam waktu singkat,”woooouuuhh.. Mirrrr ..guuee kluarr..mirrr,…ouhhh mirr..eeeeenakk ssssyaaaaaang” kubenamkan penisKu dan kubiarkan cairan spermaKu keluar dalam anusnya.
Hari sudah semakin siang Mba Tiul sebentar lagi pasti pulang…, maka capat – cepat Aku berdiri di dekat kepalanya untuk melepaskan ikatan rambutnya ,…mungkin karena terburu – buru Aku lupa untuk menahan kepala tante Mir agar tidak tiba – tiba terjatuh saat ikatannya kulepas tiba – tiba “bhukk” kepalanya jatuh menghantam tubuhKu tepat di selangkanganKu..”aduh”…, kurasakan nikmat belaian rambutnya pada penisKu yang sudah sangat “lemas” dan tidak mungkin terbangun lagi,…., “wahhh mulut loe yang seksi nantang bener”…Aku berjongkok dan menciumi bibirnya ” cuciin .. dong tongkol gue Mir” sambil mencoba membuka kedua mulutnya dengan menarik rangkaian gigi putih dan bersih tante Mirna, “Ayooh buka mulut loe…”

Aku tidakpernah mengira hanya dengan satu tarikan kuat tangan kananKu pada rahangnya maka terbuka lebarlah mulut tanteKu .Aku berdiri berbalik membelakangi tubuh tante Mirna…, kutempatkan kepalanya tepat ditengah – tengah selangkanganKu , dengan tetap menahan rahangnya, kuturunkan perlahan penisKU kedalam mulut yang dulu pernah memaki – makiKu, “hayoo telen Mirr …telen” ,dengan telunjukKu kuatur posisi lidah tante Mir..agar memberi jalan pada batangKu untuk masuk lebih dalam dengan tangan kiriKu kutekan bagian belakang kepalanya sehingga tanteKu bisa menelan seluruh batangKu , hingga ujung penisKu dapat menyentuh dinding kerongkongannya dan bibir -bibir tebalnya bisa mencicipi buah zakarKu , “ooohh Mir…aaaanget Mirr..lembut terasa lembut banget mulutloe”desahKu “srukk..sruuk srukk” bunyi – bunyi itu keluar dari mulutnya,penisku basah kuyup bermandikan air liur tanteKu,kutatap matanya yang masih terpejam, hidungnya yang mancung membelai – belai rambut di selangkangnKu, Aku sangat terkejut karena penisKu semakin lama semakin mengencang , “waah Mir…luar biasaa permaianan loeee .

Kupercepat ayunan kepala tante Mir” croook ..kecrook ..crrrook ..kecroook”suara mulut tante Mirna akibat penis keponakannya yang sudah mengeras dan memenuhi mulutnya “,”aayoohhh Mirr udahhh.siang.….,…ayoohMirrr..bikin gw kluarr ahh” kehangatan ,, kelembutan mulut tanteKu membuat Aku semakin menggila , penisKu teggang dan basah dibuatnya dan”crrroot ..crrroot”..kumuntahkan sisa – sisa spermaKu kedalam rongga kerkongannya “minum..yah Mir..diminum jangan dibuang”.

Kucabut penisKu dari mulutnya kurapihkan semua perbuatanku dan kukembalikan semuanya kepada posisi semula, kemudian Aku bergegas ke kamar mandi untuk mencuci mukaKu dan naik ke kamar berganti pakaian dan keluar rumah tanpa membawa mobil .Satu jam kemudian Aku kembali ke rumah tante Mirna dengan membawa sekantong berisi buah – buahan sebagai tanda terima kasihKu kepada tante Mirna yang mengijinkan Aku menginap di rumahnya…atau sebagai tanda terima kasih karena dia dan anak -anaknya telah melayani Aku semalaman..heehehhe.

Saat Aku masuk rumah kutemui Mba Tiul yang sedang di dapur,.. , “yang lain pada belum bangun ?” tanyaKu…”udah mas tau pada di kamar mamahnya”,jawab Mba Tiul …” “tolong pamitin yah bilangin urusan Saya udah beres nih ” kataKu yang takut untuk berpamitan langsung pada mereka “oh…iyah tau tuh Mba Rani dan Mba Nia jam segini baru bangun , Mamahnya malah belum bangun aneh ..ga biasanya” jelas Mba Tiul sambil membukakan pintu pagar “masa sih”…tanyaKu berpura – pura heran…”oh iyah tadi..beliin buah kesukaan tante Mir ..tuh ada di meja makan yah Mba..” kataKu lagi ,… “Iyah trima kasih ” Kata Mba Tiul lagi.

Setiba dirumah Aku tertidur pulas seharian , badanKu lemas sekali…penisKu berdenyut – denyut ..ngilu dan pegel sekali , pinggangku seperti mau patah.,Luar biasa permainan tante Mirna dan 2 putrinya telah mengakibatkan aku 6 kali mencapai orgasme,…yang tidak mungkin lagi terjadi dalam berhubungan seks biasa.

Setelah kejadian itu 2 bulan lamanya Aku tidak bertemu mereka , Aku mendengar kabar Tante Mirna dan Nia sering bolak – balik ke dokter , tidak tahu sakit apa mereka , atau mungkin mereka berdua merasa ada masalah pada vagina dan anus mereka.Dalam suatu acara “lamaran” sepupuKu yang lain Aku bertemu mereka sekeluarga , pada Rani dan Nia tak terlihat banyak perbedaan hanya saja mata mereka selalu menunduk tidak pernah mau menatap mataKu , saat berbicara atau pada kesempatan lain , perubahan yang sangat jelas ada pada tante Mirna , dia terlihat lebih pendiam sekarang, rasanya dia juga sudah tidak terlalu percaya diri seperti dulu ,tidak lagi banyak mengatur dan mengemukakan pendapat , persis seperti suaminya dulu , tapi sekarang justru Om Iwan lebih banyak bicara dan seperti mengambil alih kendali keluarga dari tangan tante Mir…, atau mungkin juga Tante Mirna, Rani dan Nia mengetahui perbuatanKu terhadap tubuh mereka tapi tidak cukup bukti untuk melancarkan tuduhannya.

BagiKu Rani dan Nia tetap cantik dan seksi tapi bahasa tubuh mereka sudah tidak pernah menantang Aku lagi untuk membayangkan apa yang ada di balik pakaian mereka.Sekarang Aku lebih banyak tersenyum saat bertemu mereka membayangkan apa yang Aku lakukan malam itu.Dan tante Mirna…adalah bonus bagiKu karena Aku satu – satunya keponakan yang spermanya pernah ditelan tante Mirna .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 157 other followers

%d bloggers like this: